Minggu, 22 Januari 2012

44 - OUCH!

44
OUCH!

bagaimana saya bisa merubah keadaan keluarga saya?
bagaimana saya bisa menstabilkan jiwa saya?
bagaimana menghilangkan buruk sangka di otak?
bagaimana membuat saya selalu ingat pada-NYA?
bagaimana membuat adik saya pintar matematika?
bagaimana bisa saya dapatkan pelukan hangat dari cinta?
bagaimana bisa saya waras hingga saat ini? 
bagaimana mie instan terasa begitu enak padahal hanya 1500 rupiah.?
bagaimana orang bisa sombong setelah dipuja?
bagaimana bisa menikah dengan orang yang kelihatan baik saja? 
bagaimana bisa orang yang menghianati tetap dicintai?


bagaimana membuat otak saya berhenti untuk tidak bertanya bagaimana?


OUCH!!!!

Selasa, 17 Januari 2012

43 - Betina

43 
Betina

mereka begitu molek dan mempesona
ada yang berotak ada juga yang tidak
ada yang (pura-pura) sopan ada yang apa adanya (aku lebih suka)

bertubuh molek dengan bokong mempesona
payudara besar dan cukup menarik perhatian (jantan)
sebagian suka mencibir dan bersolek

sedikit menangis untuk mencari simpatik sang jantan
menggoda untuk merangsang sang jantan
mendesah untuk memancing sang jantan

sepertinya(mungkin) aku bukan sang jantan
aku tak mengerti pasti lebih tepatnya
aku hanya tak tergoda, atau simpatik, atau terangsang oleh para betina (atau mungkin belum)

memang tidak semuanya betina.
terlebih ibuku,
dia wanita




Rabu, 04 Januari 2012

42 - Tears

42
Tears

boleh saya menangis sekarang?

bukan karna lemah atau tak sanggup menampungnya 
justru karna saya terlalu kuat dan bosan untuk selalu tersenyum dan berucap 'sabar'

bukan kasus cinta atau diludahi babi
tapi takdir





Selasa, 27 Desember 2011

41-Baru

41
Baru

1 sampai 40 aku tak pernah memberikan judul pada setiap tulisan 
aku membebaskan semua orang yang membaca (jika ada) memberi judul sesuka hati 

***
baru (juga) 
bertemu orang itu, 
aku sebut lensa 
seperti membukakan kejelasan dalam setiap pandangan yang buram 
terang rasanya bertemu dengannya

tak ada yang lebih indah ketika rasa bersemangat ketika 'itu' kembali 
mengacak-acak kebiruan hati

seperti baru
memberikan aku kesabaran dan rem super cakram untuk menahan segalanya agar tak terlalu cepat
aku nikmati saja
sejauh itu sebuah senyuman darinya untukku 

lensa


Senin, 19 Desember 2011

40

40 



Sempat terpikir kekasih adalah segalanya
Sempat memuja (berlebihan) tentang pelukan dan kecupan yang diantarkan kekasih
Merana jika tak bersamanya
Memang (pernah)
Mungkin masih
Entahlah
Berbeda memang jika bersama sahabat
Memang tak ada kecupan atau belai manja
Tapi penuh kehangatan
Kadang tertawa lepas, kadang menangis bersama

Aku terlalu sepi
Kadang sulit menerima mereka bisa saja pergi untuk orang lain
Tapi kadang ego bisa dibunuh
Sisakan sedikit senyuman untuk mereka yang sedikit melupakan keberadaanku
Demi Tuhan aku ikut bahagia
Aku takkan mengutuk ataupun menutup telinga,
(bukan sebuah do’a)
Jika suatu saat mereka kembali kepadaku dalam tangis

 ***
Aku tak menyebut diriku yang terbaik dalam lingkaran sahabat
Tapi aku berusaha 


Senin, 21 November 2011

39

20 11 2011 
23 

(sudah lewat) 

aku sudah hidup lebih dari 8395 hari 
lebih dari 201480 jam 
bahkann melebihi 12088800 menit 

aku berharap bukan hanya berat badan dan usiaku saja yang bertambah 
tapi juga rizki, kesehatan, dan jodoh yang terbaik. 
berkahi aku juga orang-orang terbaik dalam kehidupanku ya Allah.

*terima kasih 
papa, esta, dikka, syatia, umi, a uwil, adis, dona, nikki, icha, ridwan, fauzan, naynia, mbak dinda, mbak put, uwa cicih, lana, alies, anggi, beng-beng, egi, bu uyenk, indra kurniawan, zaki chandra, aima farhana, dedeh wulandari, dena, papau, petrus, mas djati, hesti, arga, nitha, iqbal, teh lisna, lia, erlan, mas hengky, wildan.

Senin, 31 Oktober 2011

38

38

tadinya aku sempat berpikir mungkin aku sudah gila 
satu minggu aku tersenyum hanyut dalam buaiannya 
terpana oleh perhatiannya 
tak peduli dia ada di ujung dunia 
aku terpesona hingga sulit berucap 
bahkan kata cinta 

sempat ingin bertanya, tapi aku memilih bungkam 
karena terlalu percaya diri

padahal aku ini siapa? 
aku tak berbakat dalam hal cinta (biasany) 

tadinya aku kira sudah saatnya aku 'sempurna'
tanpa harus bertanya kepadanya 

ahhh, tapi tidak!!!
ada rasa penasaran 
aku haru bertanya! 



dan ternyata.........






tidak...


atau mungkin belum (berusaha menghibur diri sendiri) 



tidak! dia tidak bisa!


ahh... Belum ! mungkin belum bisa 
(berusaha menghibur diri sendiri-lagi) 

kecewa? 
naif jika aku katakan tidak.

sudah malam, 
hanya satu yang tak tidur dan tak pernah tidur 
Tuhan 

kataku bertanya,
"Tuhan, mengapa hanya 1 minggu batas aku tersenyum?" 

lalu aku mengeluh 
"padahal aku mau selamanya bersamanya Tuhan ... "

aku menambahkan,
"mengapa aku sulit merasakan 'warna'? bahkan aku bukan abu-abu. aku ini pudar Tuhan? padahal aku ini nyata!" 




*mengapa engkau datang bila untuk pergi ?
kau buat aku senang lalu kau sakiti !