Senin, 21 Februari 2011

12

12


Muhammad Dikka Rohandi
selamat ulang tahun yang ke-10.
dikka itu adik + talent aa yang paling gampang diatur. mau disuru kaya gimana juga. gratis lagi :P.
pesen aa, dikka udah makin gede, jangan nakal, harus rajin bejalar & sekolah, semoga rajin solatnya , semoga naek kelas (malu agh udah pernah ga naek sekali masa ga naek lagi -______-) 
maaf tahun ini aa cuma bisa kasih ice cream, ga bisa kasih kado macem-macem.
aa, teteh, papa , syatia semua sayang dikka. 
we are a family, like a giant tree.


 *karna orang pertama yang akan mendo'akan ketika kita mati adalah keluraga.

Sabtu, 19 Februari 2011

11

 11

Terlalu mengkotak-kotakan dan membeda-bedakan sesuatu itu tidak menyenangkan menurutku.
karna pada intinya. kita sama-sama membuat sesuatu. 
hanya selera yang membedakan.
atau mungkin bahasa dunianya di sebut pengalaman dan kemampuan.
bukan masing-masing kalangan.

 *waktu mati nanti Tuhan hanya akan menilai amal kita, bukan seberapa banyak skill yang kita punya.






Jumat, 18 Februari 2011

10

10
sepertinya aku sudah siap untuk pergi kembali. 
mungkin.
aku rasa sudah cukup beberapa minggu terakhir aku menangis dan tersenyum berlebihan.
sudah cukup rasanya bahagia sabtu kemarin. atau rabu kemarin :)
bukan berputus asa. tapi karna aku justru tau diriku sendiri seperti apa.
aku tak mau terlalu dalam. 
aku tak mau terlalu berharap.
bahkan sahabatku sendiri berkata aku jangan sampai mengungkapkan.
karna katanya takut merusak semuanya.
karna hanya akan menyakitiku berkali-kali lebih dalam.
memang benar. 
memang begitu.

hihi...
tersenyum tapi bersedih.
tapi yasudahlah.
aku bisa.
aku sanggup. 
aku terbiasa.
bukan sekali atau dua kali aku begini. 
nanti juga ada lagi (yang lain)
datang lagi (yang lain)
lalu...
aku tinggalkan lagi?? 
hihi....

sulit memang menjadi seperti ini.
kebagahagian yang biasanya orang lain rasakan dengan sebuah ciuman.
aku harus puas hanya dengan senyuman. 
yang kutanyakan, sampai kapan Tuhan?

Kamis, 17 Februari 2011

9

9

kemarin...
aku sulit menutup mulutku untuk berhenti tersenyum dan bernyanyi.
sampai aku pulang kerumah. 
 

*aku mau itu mengalir seperti capucino sore itu yang masuk pelan-pelan kedalam pencernaanku.

Senin, 14 Februari 2011

8

8


baru sabtu kemarin aku bisa tersenyum lagi.
setelah lama tidak merasakan kebahagian bertemu seseorang yang bisa membuat diri ini nyaman.
tingkah bodohnya masih sama seperti terakhir kali aku bertemu dengannya.
tapi fisiknya terlihat lebih dewasa sekarang. cara berpikir dan berbicaranya pun berbeda.
perasaan yang dulu aku anggap biasa. hanya untuk sekedar membuat aku tersenyum, sabtu kemarin tiba-tiba saja dirubah secara tak langsung olehnya. bukan hanya senyuman yang ia ciptakan.
tapi hatiku juga yang ia sentuh.
dia memperlakukan aku seakan aku ini bisa diandalkan. dia masih sering bermanja dari sebuah kata-kata 
sampai bahu ku. 
entah apa.
dia pikir aku ini apanya dia. 
yang kutahu dia selalu memanggilku 'Abang'.
aku memang punya adik perempuan yang memanggilku kakak
tapi perasaan ini beda dari kasih sayang yang aku berikan kepada adik perempuanku. 
meski sama-sama menyayangi. tapi kali ini aku beda. aku selalu ingin disentuh olehnya. aku senang jika dia bermanja. bahkan terlintas ingin ku sentuh bibirnya.
ini jatuh cinta. meski aku belum mengungkapkan. 
malam itu rasanya aku benar-benar tak ingin berpisah darinya.
tak ingin aku lepaskan tatapanku sedetik saja darinya. 
seakan aku lupa sedang dalam masalah yang paling sulit aku hadapi. 
aku tak bisa menyembunyikan senyuman kebahagian itu.
sampai dimana aku pulang. 
kali ini aku berharap bukan mimpi.
aku mau ini nyata.
aku mau 'menari' dengan senyuman.

meski belum pasti... 
Tuhan..., aku mau ini nyata. bukan hanya mimpi. kumohon ... 





 *yang aku tahu..emosi itu bisa terjadi pada siapa saja. tidak punya jenis kelamin.

Kamis, 10 Februari 2011

7

7
 

entah apa kesalahan yang sudah aku perbuat. ketika fitnah itu datang tiba-tiba. tuduhan atas tindakan yang TIDAK pernah aku lakukan sama sekali. itu terjadi sesaat setelah aku bertemu dengan orang yang sudah aku tunggu-tunggu seumur hidupku.
22 tahun.
orang yang sangat aku inginkan. yang seperti itu. aku pikir kebahagian itu akan utuh tapi tak lama berselang.  mungkin hanya 3 menit aku merakan senyuman.

aku marah.
aku menjadi tertuduh.
aku terpuruk.
dan berkesan aku bersalah.
padahal aku tak pernah tau masalah itu sama sekali. 

orang yang mengatas namakan namaku untuk kepuasan dan kepentingannya. aku serasa ditampar setelah tersenyum. aku serasa di sentil oleh Tuhan. padahal aku sedang memperbaiki diri di tempat kerjaku yang baru. aku tak mau ada dosa dan kecacatan. tapi kenapa begini??

tekanan terus menerus terjadi. sementara tanggung jawabku bekerja tetap harus berjalan. aku buntu dan bingung. 

aku hanya bisa menyerahan semuanya kepada Tuhan. aku pasrah saja. aku berdo'a mencari jawaban. tanpa sadar aku menyadari bahwa Tuhan sedang berbicara denganku dan Dia memintaku untuk Ikhlas dan sabar.
seperti yang kubilang tadi, aku anggap ini sentilan-Nya. aku terlalu lupa dan mungkin terlalu banyak bicara. dengan masalah ini , Dia memintaku untuk diam dan tidak banyak bicara. cukup berdo'a dan selesaikan masalahnya satu persatu. 

tanpa ayah , keluarga, dan sahabat-sahabat terbaiku aku tak mungkin bisa melalui cobaan yang begitu besar ini. bagiku ini cobaan terberat sepanjang hidup. setelah Ibu meninggal 14 tahun lalu. 

sekarang yang kulakukan hanya berdo'a dan berusaha menyelesaikan masalahnya. aku mau orang yang telah mefitnah aku tertangkap dan diberi ganjaran yang setimpal dengan apa yang telah ia lakukan. aku tak mau dendam. tapi aku mau dia belajar untuk lebih jujur. 


sesungguhnya.. aku hanya berharap ini mimpi buruk saja. aku berharap seseorang datang menamparku untuk bangun dari kepahitan ini. tapi ini kenyataan yang harus dihadapi. meski aku lelah. aku harus bertahan dan melawan untuk kebenaran. karna aku percaya. kebenaran itu masih ada.




*surat untuk yang memfitnahku

Minggu, 06 Februari 2011

6

6

tak pernah benar-benar ada kesempatan dalam hidupku.
dalam segala hal.
cita-cita terasa begitu berat untuk diraih.
entah aku harus pergi atau bertahan. 
kadang aku malu.
kadang aku lelah.

.
.
.




*mungkinkah berakhir happy ending??